KEBERADAAN HUTAN BERNILAI KONSERVASI TINGGI KONSULTASI PUBLIK DI KPH SUMEDANG

Kegiatan konsultasi publik Hutan Bernilai Konservasi Tinggi atau HCVF (High Conservation Value Forest) dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2013 di KPH Sumedang dengan peserta segenap stakeholder yang ada di wilayah kerja Perhutani KPH Sumedang meliputi jajaran Muspida, Muspika, Kepala Desa, LMDH, Tokoh Masyarakat dan LSM Lingkungan dari Perguruan Tinggi sebanyak 52 orang. Kegiatan konsultasi publik ini merupakan proses pemenuhan persyaratan mendasar yang berlaku pada tingkat Unit Pengelolaan Hutan (KPH) bertujuan untuk :

  • Untuk mengetahui ada atau tidaknya kawasan HCVF/KBKT di wilayah KPH Sumedang melalui proses konsultasi (sosial) maupun melalui identifikasi aspek ekologi sebagai pemenuhan prinsip 9.1 dan 9.2.
  • Menjustifikasi ada atau tidak kawasan HCVF/ KBKT wilayah unit manajemen hutan Perum Perhutani KPH Sumedang.
  • Menyusun rencana pengelolaan dan konservasi apabila ditemukan kawasan HCVF/ KBKT di wilayah unit managemen hutan Perum Perhutani KPH Sumedang sebagai pemenuhan prinsip 9.3.
  • Membangun sistem monitoring pengelolaan HCVF/KBKT untuk mengetahui apakah strategi yang dikembangkan sudah tepat atau belum sebagai pemenuhan prinsip 9.4. Kegiatan utama dari Konsultasi Publik ini adalah menyampaikan informasi dan meminta saran pendapat kepada stakeholder di lingkungan wilayah kerja KPH Sumedang atas kegiatan pengelolaan kawasan hutan negara. KPH Sumedang telah melakukan usahausaha peningkatan keberlanjutan sosial dan lingkungan hidup dengan menggunakan pendekatan dua tahap yaitu :
  • Mengidentifikasi areal-areal didalam atau dekat suatu unit pengelolaan yang mengandung nilai-nilai sosial, budaya dan/atau ekologis.
  • Menjalankan suatu sistem pengelolaan dan pemantauan untuk menjamin pemeliharaan dan/atau peningkatan nilai-nilai konservasi tinggi di dalam wilayah pengelolaan.

Kriteria/atribut Hutan Bernilai Konservasi Tinggi adalah :

NKT 1. Kawasan yang Mempunyai Tingkat Keanekaragaman Hayati yang Penting

NKT 2. Kawasan Bentang Alam yang Penting Bagi Dinamika Ekologi Secara Alami

NKT 3. Kawasan yang Mempunyai Ekosistem Langka atau Terancam Punah

NKT 4. Kawasan Yang Menyediakan Jasa-jasa Lingkungan Alami

NKT 5. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Pemenuhan Kebutuhan

NKT 6. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting Untuk Identitas Budaya Dasar Masyarakat Lokal Tradisional Komunitas Lokal

Distribusi Keberadaan HCV di Wilayah KPH Sumedang adalah :

NKT 1 Kawasan hutan secara global, regional atau nasional berisi konsentrasi yang signifikan nilai-nilai keanekaragaman hayati (contoh: spesies endemis, langka, refugia). Distribusi di KPH Majalengka NKT 1.1. Hutan Lindung KPH Sumedang : 4.148,50 Ha. NKT 1.2. Spesies masuk pada Critically Endangered : Macan Tutul (Panthera pardus melas). NKT 1.3. Species terancam, sebaran terbatas (Elang Jawa). NKT 1.4. Habitat bagi Species yang digunakan secara temporer : Ada.

NKT 2.2. dan 2.3. 2.1. Landscape yang luas – 2.2. Kawasan ecotone – 2.3. 100,72 Kawasan yang mengandung species populasi alami (Species Interest : Macan Tutul, Elang Jawa, Sanca Bodo) Luas (Ha) Ada – 100,72 2.228,50 NKT2 Kawasan hutan secara global, regional atau nasional berisi lanskap hutan yang luas, berada di dalam, atau unit manajemen berada di dalamnya, dimana populasi yang tumbuh di dalamnya kebanyakan atau jika tidak semuanya merupakan spesies alami dengan penyebaran dan kelimpahan pola alami. NKT3 Kawasan hutan berada atau berisi ekosistem langka, terancam dan hampir punah.

NKT4 Kawasan hutan dapat memberikan jasa alami dasar dalam kondisi kritis (contoh : perlindungan tata air, kontrol erosi). NKT5 Kawasan Hutan secara fondamental memenuhi keperluan dasar masyarakat lokal (contoh: kehidupan, kesehatan). NKT6 Kawasan hutan memiliki identitas budaya tradisional (kawasan budaya, ekologi, ekonomi atu religi) diidentifikasi bersama masyarakat . Ada 3.224,96 Ada dan tersebar di wilayah KPH 4.1. Kawasan penyedia air 844,60 4.2. Kawasan pengendali erosi 200,20 4.3. Kawasan sekat alam / bakar – Lok. Tumpangsari Mata Air Untuk Minum Ada Situs Budaya Ada : 210,12 263,76 47,87 Kegiatan konsultasi publik ini mendapatkan apresiasi dari stakeholder yang merupakan wujud nyata keterbukaan Perhutani kepada publik terkait pengelolaan kawasan hutan negara. Kelestarian hutan dan keseimbangan alam merupakan tanggung jawab bersama masyarakat bukan hanya beban Perhutani semata, oleh karena itu seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat harus terlibat aktif dan mendukung pengelolaan kawasan hutan negara oleh Perhutani.

 

Advertisements